Senin, 20 Februari 2012


Analisa Pileg 2009 di Kabupaten Langkat
(Antara Nomor Urut dan Suara Terbanyak)
Oleh: Drs. Jamalludin Sitepu, M.A.

Pendahuluan
Tulisan ini bertujuan menganalisa hubungan antara nomor urut di internal partai dengan suara terbanyak yang diperoleh suara caleg secara individual. Penulis berpikir ini penting karena dalam pemilu-pemilu sebelumnya (1999 dan 2004) proses penetapan terpilihnya seorang caleg menjadi anggota legislatif ditentukan berdasarkan nomor urut internal partai jika tidak seorang calegpun memperoleh suara yang genap untuk memperoleh satu kursi. Dengan asumsi bahwa tak seorang calegpun memperoleh suara genap 1 kursi, penggunanaan sistem suara terbanyak mempunyai dua implikasi serius. Pertama, jika yang memperoleh suara terbanyak di dalam suatu partai bukan bernomor urut 1, maka partai tersebut akan mengalami gejolak internal partai yang dapat berujung pada revolusi internal partai. Karena caleg yang didukung terbanyak oleh rakyatlah yang akan menerima mandat mengelola partai, bukan caleg-caleg yang menggantungkan karir politik mereka pada sekelompok elit oligarki partai, seperti yang terjadi selama ini.
            Implikasi yang kedua adalah bahwa rakyat kini tak was-was lagi suara mereka akan diambil oleh caleg-caleg bernomor urut 1 yang sebelumnya mereka anggap tak pernah memperhatikan dan memperjuangkan aspirasi mereka. Yang mendapat suara terbanyak dari rakyatlah yang akan menjadi wakil rakyat. Jadi tak akan ada lagi dikotomi antara wakil rakyat dengan wakil partai. Minimal perbedaan itu akan diminimalisir secara signifikan.
Selanjutnya, untuk memperingkas pembahasan, dengan tidak melupakan esensi permasalahan, penulis membatasi pengambilan data hanya pada 10 partai terbesar yang memperoleh suara. Asumsinya adalah bahwa 10 partai tersebut nantinya akan menghuni gedung DPRD Langkat. Data tentang suara yang memilih partai politik juga penulis analisa. Data ini penting karena akan dapat dilihat warga masyarakat yang masih menganggap partai politik lebih penting daripada individual caleg.

Analisis Data
Data pertama yang dinalisa adalah bahwa dari 4 daerah pemilihan di Kabupaten Langkat, dari 40 caleg yang memperoleh suara terbanyak, 18 caleg (45%) diantaranya adalah yang memiliki nomor urut 1. itu artinya, mayoritas caleg yang memperoleh suara terbanyak bukanlah memiliki nomor urut 1 di dalam internal partai mereka. Kesimpulannya adalah bahwa yang terbanyak mendapatkan mandat rakyat bukanlah penguasa partai. 9 caleg dengan suara terbanyak berasal dari nomor urut 2. Distribusi nomor urut dengan suara terbanyak dapat diperlihatkan dalam tabel 1 berikut:
Nomor Urut
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
Junlah Caleg
18
9
2
2
3
2
-
-
1
-
2
1
Prosentase
45%
22,5%
5%
5%
7,5%
5%
0%
0%
2,5%
0%
5%
2,5%
         Tabel 1, Sumber KPUD Langkat, Mei 2009.
Dari catatan penulis, data yang juga sangat menarik adalah terdapatnya caleg yang menempati nomor urut 12, yakni Edi Bahagia dari Partai Golkar yang memproleh suara terbanyak di dalam partainya di Dapil 4 Langkat. Atau Bahrum dengan nomor urut 11 juga dari Partai Golkar dari Dapil 3 Langkat. Dengan nomor urut 11 muncul juga nama Ralin Sinulingga dari PDIP dari Dapil 4 Langkat. Ketiga caleg ini telah membuktikan bahwa jauh dari kekuasaan partai bukan berarti jauh dari hati rakyat.
            Data kedua yang penulis analisa adalah bahwa suara seorang caleg pada umumnya lebih besar dari suara yang diperoleh sebuah partai politik. Itu artinya warga masyarakat sudah lebih memperhatikan individualitas seorang caleg daripada lembaga sebuah partai politik. Hal ini juga sejalan dengan upaya KPU untuk mengarahkan sistem politik Indonesia ke sistem distrik dari sistem semi-distrik sekarang ini. Namun memang ada perkecualian dari kesimpulan ini. Khusus untuk Partai Demokrat di Dapil 1, 2, dan 4, suara untuk partai lebih besar dari caleg dengan suara terbanyak. Hal yang sama juga terjadi untuk PKS di Dapil 2 dan 4. Itu maknanya, Partai Demokrat dan PKS di beberapa daerah secara institusional masih lebih menarik dari invidualitas calegnya.
            Data lain yang muncul adalah bahwa Partai Demokrat muncul sebagai partai yang memperoleh suara terbanyak di Kabupaten Langkat dengan 103.638 suara , disusul oleh PDIP diurutan kedua dengan 50.403 suara. Partai Golkar berada diurutan ketiga dengan 43.142 suara. Berikut pada tabel 2 data peringkat partai politik peenang pemilu legislatif 2009 di kabupaten Langkat:
Peringkat
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Nama Partai
P Demokrat
PDIP
P Golkar
PBB
PPP
PAN
Hanura
PKS
Gerindra
PPKB
Perolehan Suara
103.638
50.403
43.142
26.656
24.419
21.325
20.324
19.942
16.747
14.918
   Tabel 2, sumber data dari KPUD Langkat


Kesimpulan
Ada dua kesimpulan yang penulis tarik dari pembahasan di atas. Pertama, mayoritas (55%) caleg yang memperoleh suara terbanyak bukan caleg yang memiliki nomor urut 1. Artinya rakyat memandang individualitas seorang caleg lebih penting daripada institusi partainya, kecuali pada PKS dan Partai Demokrat pada beberapa dapil. Penulis memprediksi akan ada revolusi struktur internal partai pada masa yang akan datang.
            Kedua, Partai Demokrat mendapatkan suara terbanyak di Kabupaten Langkat, disusul oleh PDIP dan Partai Golkar.. Penulis melihat bahwa faktor Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, sangat signifikan. Fakta lain yang mengejutkan adalah munculnya Partai Bulan Bintang sebagai peraih posisi ke-4. Penulis berasumsi faktor ketokohan Ketua Umum PBB, MS Kaban, sangat dominan.


Lampiran-Lampiran

Dapil Langkat 1: Binjai, Stabat, Wampu, Secanngang, Batang Serangan

No
No Partai
Nama Partai
Caleg Suara terbanyak
Jlh Suara
No Urut
Pilih Partai
Total Suara
1
1
Hanura
Riska Rinawan ST
3.081
1
1.343
5.621
2
2
PKPB
H. Poiman SE
1.780
2
885
4.376
3
5
Gerindra
Dedek Pradesa
998
1
622
2.440
4
8
PKS
Khairul Anwar ST
1.298
1
1.235
6.023
5
9
PAN
Drs. Efendi
1.150
1
537
4.163
6
23
Golkar
M. Syahrul
5.074
3
1.838
12.371
7
24
PPP
Sakat SE
3.600
2
1.035
9.380
8
27
PBB
Abdul Khair
3.785
1
1.145
11.002
9
28
PDIP
Azman
3.841
4
2.554
18.499
10
31
Demokrat
Sapta Bangun
5.470
1
7.864
29.584


Dapil Langkat 2: Babalan, Sei Lepan, Brandan Barat, Besitang, Pangkalan Susu, Pematang Jaya,

No
No Partai
Nama Partai
Caleg Suara terbanyak
Jlh Suara
No Urut
Pilih Partai
Total Suara
1
1
Hanura
Rehani
1.575
5
728
3.694
2
2
PKPB
Hj. Eka Wahyuni
932
3
805
3.227
3
5
Gerindra
Safrizal
2.094
5
1.203
5.694
4
8
PKS
M. Reza P Trg
602
2
1.187
4.336
5
9
PAN
Arba’i Fauzan Spd
1.177
1
566
5.274
6
23
Golkar
?Asmat Sugandi
2.008
1
1.241
5.378
7
24
PPP
Syahrial Effendi Smjntk
2.494
2
1.072
6.531
8
27
PBB
Syafrizal Helmy
1.645
1
681
4.526
9
28
PDIP
Suhardi Surbakti
1.144
2
1.522
6.704
10
31
Demokrat
Safrial
4.862
2
9.614
24.245


Dapil Langkat 3: Sawit Seberang, Padang Tualang, Hinai, Tanjung Pura, Gebang
No
No Partai
Nama Partai
Caleg Suara terbanyak
Jlh Suara
No Urut
Pilih Partai
Total Suara
1
1
Hanura
Sukirin
1.714
1
902
5.413
2
2
PKPB
Kusniaufan
1.411
2
834
3.726
3
5
Gerindra
Zulpan
398
6
726
2.179
4
8
PKS
Ma’aruf Ritonga
1.224
9
948
6.161
5
9
PAN
Ir. Antoni
1.334
1
726
6.917
6
23
Golkar
Bahrum
1.053
11
1.060
6.318
7
24
PPP
Abdul Gani
1.190
1
822
6.376
8
27
PBB
Muhammad Jamil
1.550
6
544
5.085
9
28
PDIP
Jumari
2.672
5
1.505
11.871
10
31
Demokrat
Rudi Hartono Bangun SE
8.657
1
6.818
23.650



Dapil Langkat 4: Bahorok, Kutambaru, Salapian, Sirapit, Sei Bingei, Kuala
No
No Partai
Nama Partai
Caleg Suara terbanyak
Jlh Suara
No Urut
Pilih Partai
Total Suara
1
1
Hanura
Haripin
1.470
2
964
5.596
2
2
PKPB
Andri Munarwan
1. 069
1
769
3.589
3
5
Gerindra
Rahmanuddin Rangkuti
2.611
2
1.157
6.434
4
8
PKS
Agussalim Sunarto
667
1
884
3.422
5
9
PAN
Hasan Basri
1.323
4
592
4.971
6
23
Golkar
Edi Bahagia
4.739
12
2.434
19.017
7
24
PPP
Daliman
572
1
337
2.132
8
27
PBB
Sri Wahna Kaban
1.808
1
1.343
6.043
9
28
PDIP
Ralin Sinulingga
2.260
11
1.945
13.329
10
31
Demokrat
Syarikat Bangun
5.129
1
5.849
26.159


 Penulis adalah Direktur Eksekutif LSM Elppamas.

        (DRS. JAMALLUDIN SITEPU, MA)






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar